Alunalun kidul merupakan salah satu tempat favorit wisatawan untuk menikmati kota Yogyakarta. Ketika malam hari daerah alun-alun kidul merupakan sebuah objek wisata yang ramai dikunjungi wisatawan. Selain sebagai tempat nongkrong anak-anak muda maupun reksreasi keluarga, alun-alun kidul juga
Padamulanya Alun-alun Kidul merupakan tempat berlatih bagi prajurit kerajaan. Seiring perkembangan jaman, tempat ini berubah fungsi menjadi ruang publik favorit bagi para wisatawan dan penduduk setempat. Adanya beringin kembar di alun-alun kidul menjadi ikon tersendiri bagi wisata Jogja.
Aktivitasyang dapat dilakukan di Alun-alun Kidul Yogyakarta sangat beragam, akan tetapi aktivitas yang paling populer adalah tradisi Masangin. Hubungan baik ini semakin renggang dari hari ke hari, aku mulai meragukan kesabaran dan ketaatanku pada diri sendiri. Harapku cukup hanya satu kali senja saja, jangan ada kali kedua, apaan sih
Bagianini merupakan halaman belakang dari keraton Yogyakarta. Alun-alun ini bukan hanya memiliki lapangan namun juga sejumlah panorama menarik lainnya. Selain dijadikan sebagai tempat masyarakat untuk beraktivitas, kawasan alun-alun Kidul juga menjadi pilihan wisata yang sangat menarik. Terutama di sore hingga malam hari.
Alunalun Kidul Yogyakarta kerap menjadi primadona para wisatawan untuk berwisata di Pagi, Siang, Sore, Maupun Malam. Seolah-olah Alkid akan selalu menemani aktifitas liburan Anda kapanpun. Tentu saja, pada malam hari Sobat bisa mencoba melewati tengah-tengah antara dua beringin yang konon katanya. Kalau, Sobat berhasil melewati tengah
Travelerbisa coba sajian Es Doger Pak Herman di Alun-alun Kidul (Alkid) Yogyakarta. Perpaduan susu kental manis varian coklat dan putih bersama sirup frambozen menjadi cita rasa yang pas untuk menyegarkan siang hari yang panas. Herman (56) menceritakan, racikan resep Es Doger buatannya merupakan resep dari sahabatnya. 5 Bakmi
LfXnNcw.
ï»żAlun-alun kidul/selatan Yogyakarta biasa di sebut warga Jogja dengan nama AlKid merupakan wilayah yang terletak di sebelah selatan Kraton Yogyakarta. Alun-alun Kidul menjadi ruang publik dengan berbagai macam kegiatan yang dapat dijumpai menjelang sore hingga malam hari. Alun-alun kidul juga menjadi salah satu wisata malam di Kota Jogja. Pengunjung Alun-alun Kidul terdiri dari berbagai macam tujuan, mulai dari yang berwisata keluarga, atau jalan-jalan bersama Kidul menikmati suasana malam hari yang Jogja bangetâAlun-alun Kidul menikmati suasana malam hari yang Jogja bangetâAlun-Alun Kidul Yogyakarta Dikenal Dengan Nama AlkidMasanginBisa Kedua Pohon Beringin, Keinginan Terwujud!Masangin Tempo DuluNaik Sepeda Tandem & Odong-OdongNgangkring & LesehanInfo menarik Lainnya Untuk AndaAlun-Alun Kidul Yogyakarta Dikenal Dengan Nama AlkidAlun alun Kidul tak pernah sepi dari kunjungan para wisatawan domestik dan mancanegara. Di sini, selain bisa memecahkan kepenatan hati dan pikiran. Berbagai macam hiburan ada di Alun-alun KidulMasanginMasangin bukan berasal dari dua kata âmasâ dan âanginâ. Ini sekadar permainan yang mudah Santap Mania lakukan dan sangat menyenangkan buat seluruh keluarga. Namun tahukah Santap Mania jika ritual ini punya mitos?Bisa Kedua Pohon Beringin, Keinginan Terwujud!Waktu sore hari menjelang malam di kota tercinta ini santai dari rutinitas sehari-hari. Angin berembus pelan, sepoi menerpa wajah-wajah penuh keceriaan di salah satu tempat yang ramai namun magis. Di Alun alun Kidul inilah muda mudi, tua muda, berkumpul merayakan kegembiraan Masangin sederhana kalian harus menutup kedua mata dengan slayer, kain batikm atau bisa menyewa penutup mata di alun-alun kidul. Kemudian berjalan untuk menembus area di antara dua pohon beringin yang berada di tengah Alun alun Kidul. Barang siapa yang mampu melewatinya, segala keinginan akan terwujud! Wah, apakah yang masih jomblo ingin segera mendapatkan jodoh bisa ndak ya terkabul satu punya hati yang tulus. Konon, seseorang yang memiliki hati bersih akan mampu menembus antara dua beringin tanpa berbelok, bergeser kanan atau kiri, dan fokus meraih target. Percaya tidak dengan permainan Masangin ini?Masangin Tempo DuluMasangin dari waktu ke waktu bertransformasi jadi seperti sekarang ini. Awal muasalnya, Alun alun Kidul merupakan sebuah tempat para abdi dalem, prajurit beserta anak buahnya melaksanakan berbagai acara seperti Perayaan Penyambutan Lailatul Qadar pada bulan puasa bagi kaum Muslim. Pula di sini ritual topo bisu dan berkeliling benteng dilakukan pada 1 Sura atau ulang tahun berdirinya Keraton Jogja. Warga Jogja pun tumplek bergabung merayakan tradisi keraton yang sarat makna masangin merupakan salah satu bagian dari acara tersebut yang dipercaya sebagai sarana ângalap berkahâ atau simbol permohonan pada Tuhan Yang Maha Kuasa agar melingkupi Jogja dengan keamanan dan kenyamanan. Masangin dianggap masyarakat Jogja sebagai tolak bala agar kekuatan musuh yang dapat menggerogoti kekuasaan Kraton Jogja bisa Sepeda Tandem & Odong-OdongSalah satu hal yang menjadikan Alkid begitu semarak di malam hari adalah keberadaan sepeda tandem dan becak wisata atau odong-odong. Berhiaskan lampu warna-warni dan didekor secara menarik, dua alat trasnportasi ini akan menemanimu mengitari alun-alun. Cukup merogoh kocek sekitar Rp â Rp kamu sudah bisa menyewa sepeda tandem atau odong-odong. Mengayuh sepeda tandem atau odong-odong di tengah kemacetan jalan dan lalu lalang orang akan menjadi pengalaman yang & LesehanSalah satu cara menikmati Alun-alun Kidul adalah dengan jajan di angkringan atau duduk lesehan di selembar tikar. Sembari menikmati makanan yang sudah dipesan, kamu bisa bercakap soal apa saja mulai dari dosen killer, tugas yang menumpuk, kuliah yang tak kunjung usai, cinta yang ditolak, hingga sok serius membahas negara. Taburan gemintang di langit malam serta udara dingin yang mulai merasuk akan menjadikan malammu di Alkid semakin yang suka wisata kuliner, di alun alun kiduk bisa dimulai sejak pukul ditandai dengan didirikannya tenda oleh pedagang kaki lima. Alun alun kidul / Alkid juga terdapat penjaja makanan lain seperti wedang ronde, tempura, es goreng, cilok, dan jajanan lainnya. Tak ada salahnya untuk mencicipi aneka jajanan yang akan mengingatkan pada masa kanak. Deretan cafĂ© dan warung kopi yang ada di Alun-alun Kidul pun bisa kamu datangi. Jika kamu ke Alkid pada siang hari, silahkan mampir ke Warung Handayani di jalan menuju Plengkung Gading. Di warung ini kamu akan menjumpai brongkos yang benar-benar makyuzz!Info menarik Lainnya Untuk Anda
Tempat wisata di dalam kota Jogja ada banyak. Tempat untuk menikmati waktu malam hari dengan meriah disediakan di Alun-Alun Kidul Jogja. Sesuai dengan namanya ini bukan satu-satunya alun-alun di area tersebut. Terdapat alun-alun lain yang dikenal dengan sebutan Alun-Alun Lor yang terletak di sebelah udara karena arti lor adalah Utara. Alun-alun ini terletak di daerah Selatan karena arti kidul adalah Selatan. Tempat ini merupakan sebuah peninggalan dari kejayaan Kerajaan Kasultanan Keraton Yogyakarta yang saat ini masih berfungsi untuk acara-acara tertentu. Di waktu kosong area ini boleh dipergunakan rakyat setempat untuk mencari nafkah dengan membuat tempat wisata. Tempat ini bisa menjadi alternatif untuk orang yang ingin bersantai di tengah keramaian selain dari di Malioboro. Orang setempat terkadang menyingkat nama tempat ini menjadi Alkidâ untuk memudahkan pengucapan dan mempercepat penjelasan. Dalam penjelalasan fungsi dari alun-alun ini dalam masyarakat keraton dikatakan bahwa Alun-Alun yang berada di sekitar kawasan keraton ini memiliki makna yang berbeda. Pada zaman dulu, Alun-Alun Utara akan diselenggarakan berbagai kegiatan untuk masyarakat dan keperluan kegiatan kerajaan. Alun-Alun Selatan merupakan tempat peristirahatan para dewa sehingga tempat ini cocok untuk digunakan sebagai tempat merenung atau menenangkan hati. Kedua sifat dari alun-alun ini merupakan bagian dari kepercayaan kejawen. Pada masa Kasultanan Yogyakarta alun-alun ini sering dijadikan sebagai tempat latihan untuk para prajurit kerajaan seperti berkuda, memanah dan berbagai jenis latihan yang berguna untuk peperangan. Para prajurit juga dilatih untuk berkonsentrasi dengan melewati bagian tengah pohon beringin tersebut dengan mata tertutup. Menurut keyakinan pada masa itu orang yang berhasil melalui pohon beringin Alun-Alun Kidul Jogja dengan mata tertutup akan dikabulkan segala keinginannya. Ritual unik ini disebut dengan Laku Masangin yang sudah sangat sering dicoba oleh semua kalangan masyarakat dan wisatawan di daerah tersebut. Beberapa Kegiatan di Alkid Alun-alun yang sering disingkat dengan sebutan Alkid ini merupakan sebuah tempat rekreasi yang dibuat sedemikian rupa sehingga masyarakat dapat beraktifitas dengan baik di tempat ini dan menikmati waktu mereka. Masyarakat menyediakan beberapa hal yang bisa dinikmati di tempat ini misalnya Penyewaan sepeda tandem Penyewaan odong-odong Wisata kuliner Tempat nongkrong atau angkringan Menikmati kopi Mengikuti kegiatan olah raga yang biasa dilakukan di tempat tersebut Kelima fitur ini merupakan hal yang saat ini ada di ALkid dan mudah untuk ditemui. Masing-masingnya akan memiliki harga yang berbeda. Misalnya untuk sepeda atau odong-odong akan dibutuhkan uang sebesar 25 sampai 70 ribu rupiah. Untuk beberapa orang kegiatan mengayuh sepeda atau odong-odong mungkin akan menjadi sebuah kegiatan menarik yang dapat dinikmati dalam suasana yang menyenangkan. Kendaraan sederhana ini juga telah dihiasi dengan berbagai lampu dan hiasan lain yang membuatnya menjadi lebih menarik. Sejumlah makanan khas Jogja jug tersedia di sini. Ada makanan yang disebut wedang ronde atau bakmi dan berbagai jenis makanan lain, baik yang umum ditemukan di tempat lain ataupun yang hanya ada di daerah Jogja. Lokasi Alun-Alun Kidul di Yogyakarta Posisi tempat ini ada di Patehan, tepatnya di daerah keraton kota Yogyakarta. Lokaisnya sangat dekat dan mudah dicapai dari berbagai arah karena keraton memang salah satu tempat yang paling mudah diakses di Daerah Istimewa Yogyakarta ini. Jaraknya yang dekat dari pusat kota memungkinkan jarak tempuh hanya 5 menit dan bahkan ada banyak paket wisata jogja yang menjadikan tempat ini sebgai bagian dari wisata tour keraton yang biasanya disesuaikan dengan waktu ramai Alkid. Karena berada di dalam kota maka jalan dan rute yang ditempuh untuk menuju tempat ini juga umum dilalui. Berjalan menuju tempat ini tidak akan lama selama anda bergerak menyusuri Jalan Pangurakan ke arah Selatan kemudian ke arah Timur untuk menuju Jalan Alun-Alun Utara. Susuri terus jalan ini sampai menemukan Jalan Ibur Ruswo kemudian berbelok ke Selatan di perempatan memasuki Jalan Wijian lanjutkan perjalanan sampai memasuki Jalan Panembahan Mangkurat kemudian belok lagi ke Barat untuk melalui Jalan Langenastran Lor. Anda tinggal belok ke selatan di pertigaan untuk menemukan temapt wisata ini. Sebaiknya untuk menemukan tempat ini tidak menggunakan map, anda hanya perlu mengingat arahnya karena di daerah ini ada banyak jalan satu arah dan jalan yang dilalui cukup pendek hingga berganti nama jalan. Anda juga bisa menggunakan panduan orang yang mengetahui jalan menuju tempat tersebut karena destinasi ini sangat populer di kalangan masyarakat Jogja sendiri. Daerah wisata ini merupakan ruang publik yang bisa diakses siapapun. Tidak ada harga khusus untuk tiket ketika memasuki tempat ini. Panorama dan suasana Alkid akan dapat dinikmati secara langsung baik dengan menikmati kopi ataupun makanan yang sudah banyak dijual di area ini dari siang hari. Bagi yang membawa kendaraan pribadi harus tepat membayar parkir. Ini adalah satu-satunya biaya yang akan dikeluarkan selain dari pengeluaran untuk membeli makanan atau membayar fasilitas yang ada di area Alun-Alun Kidul Jogja ini. Tarif yang dikenakan standar dimana mobil akan dikenakan biaya 5000 rupiah dan motor 2000 rupiah. Post navigation
Alun-Alun Kidul Yogyakarta adalah destinasi populer yang menawarkan Pesona Jogja di malam hari. Nikmati suasana kota yang indah dengan pemandangan yang memukau. Jangan lewatkan pengalaman menakjubkan ini di Yogyakarta. Alun-alun Kidul Yogyakarta Harga Tiket Masuk Gratis. Jam Buka 24 Jam. Nomor Telepon -. Alamat / Lokasi Jl. Alun-Alun Kidul, Patehan, Kraton, Yogyakarta, DI Yogyakarta, Indonesia, 55133. Alun-alun Kidul Yogyakarta menawarkan pesona Jogja di malam hari, dan menjadi destinasi yang semakin diminati oleh wisatawan dari berbagai kalangan. Dahulu dipercaya sebagai tempat untuk menenangkan hati dan beristirahatnya para dewa, kini tempat ini menjadi tujuan wisata yang Titik Nol Kilometer Jogja Sejarah, Daya Tarik & LokasiDi sini, pengunjung dapat menikmati berbagai hiburan seperti wisata kuliner Jogja, menyewa kereta hias, dan berburu foto. Jadi, jangan lewatkan kesempatan untuk menjelajahi Alkid saat berada di Tentang Alun Alun KidulAlun-Alun Kidul Yogyakarta Tiket Masuk Gratis Buka 24 JAMAktivitas Wisata Di Alun-Alun Kidul YogyakartaMasanginNaik Kereta HiasWisata Kuliner Malam HariPertunjukan KhususKandang Gajah Dan Cilok GajahanFasilitas Sekitar Alkid YogyakartaLokasi Alun-Alun Kidul YogyakartaSekilas Tentang Alun Alun KidulAlun-alun Kidul, atau yang populer disingkat sebagai Alkid, merupakan bagian dari kompleks Alun-alun Jogja yang terdiri dari Alun-alun Utara dan Alun-alun Kidul, dan terletak di sisi selatan Keraton. Meski pada pandangan awal, Alkid nampak tidak berbeda jauh dengan Alun-alun Utara, namun ukurannya lebih kecil dan dikelilingi oleh pagar keraton yang pohon beringin yang tumbuh berdampingan menjadi ikon dan daya tarik utama Alkid bagi para wisatawan yang berkunjung. Pada masa lampau, Alkid digunakan sebagai tempat latihan bagi para prajurit Keraton, namun seiring berjalannya waktu, tempat ini berubah menjadi ruang publik yang dapat dinikmati oleh masyarakat sore menjelang dan malam mulai tiba, area sekitar Alkid mulai dipadati oleh pedagang makanan dan jajanan dengan berbagai macam menu andalannya. Anda dapat bersantai dan menikmati keindahan kota Yogyakarta sembari menikmati hidangan lezat yang tersedia untuk mengisi hanya itu, berbagai macam permainan menarik juga dapat Anda coba, mulai dari permainan tradisional hingga mainan modern, semuanya tersedia di Alkid. Oleh karena itu, tidak mengherankan bila tempat ini selalu ramai dikunjungi oleh para wisatawan, terutama ketika malam hari Kidul Yogyakarta Tiket Masuk Gratis Buka 24 JAMUntuk mencapai Alun-alun kidul Yogyakarta, cukup menyusuri jalan Wijilan ke arah selatan sejauh nol kilometer. Alun-alun ini awalnya difungsikan sebagai arena uji ketangkasan prajurit keraton, namun sekarang telah beralih fungsi menjadi ruang publik bagi masyarakat masuk dan jam operasional di sini tidak memiliki patokan yang pasti. Siapa saja dapat mengunjungi tempat ini secara gratis dan kapan saja. Waktu terbaik untuk mengunjungi Alkid adalah pada sore hari, karena suasana yang berbeda akan terlihat di sana menjelang senja. Para pedagang bermunculan untuk menata dagangan Taman Pintar Yogyakarta Tiket Masuk, Wahana & LokasiTidak heran jika taman ini menjadi salah satu tempat wisata favorit di Yogyakarta. Meskipun gratis, pengunjung dapat menikmati beragam aktivitas wisata di Wisata Di Alun-Alun Kidul YogyakartaBanyaknya kunjungan ke Alkid telah mendorong para pedagang untuk semakin kreatif dalam menyajikan berbagai jenis dagangan yang menarik. Para pengunjung juga seringkali menghabiskan malam di Alkid karena terpukau oleh semarak lampu lampion yang menghiasi lingkungan dan beragam jenis hiburan yang tersedia. Di antara berbagai keseruan yang dapat dinikmati, berikut beberapa aktivitas yang sayang sekali jika dilewatkanMasanginMasangin merupakan salah satu mitos yang terkenal di Alkid Yogyakarta. Ritual Masangin dilakukan di antara dua pohon beringin besar yang berada di tengah-tengah Alkid. Dalam ritual ini, seseorang harus berjalan melewati antara dua pohon beringin dengan mata tertutup. Konon, hanya mereka yang memiliki hati yang bersih dan suci yang dapat melewati beringin kembar di ini menjadi daya tarik bagi para pengunjung yang ingin membuktikan kebenarannya. Namun, selain sebagai kegiatan ritual, aktivitas ini juga memberikan keuntungan bagi para pedagang di sekitar Alkid. Jika Anda tidak membawa penutup mata, Anda dapat menyewa penutup mata dengan harga Taman Sari Yogyakarta Sejarah, Harga Tiket Masuk & LokasiMeski terdapat beberapa kontroversi seputar kebenaran mitos Masangin, namun hal tersebut tidak memengaruhi minat wisatawan yang ingin mencoba kegiatan ini. Selain itu, bagi mereka yang ingin mencoba pengalaman unik di Alkid, ritual Masangin menjadi salah satu kegiatan yang sangat menarik untuk Kereta HiasUntuk mengelilingi Alun-Alun Kidul Yogyakarta, para pengunjung tidak perlu bersusah payah berjalan kaki. Di sini tersedia berbagai pilihan kendaraan, mulai dari sepeda tandem, becak mini, hingga andong mini yang dapat disewa. Semua kendaraan dilengkapi dengan lampu hias beragam corak yang menambah semarak malam hari di Alkid pengunjung yang mengabadikan momen ini sambil mengelilingi alun-alun dengan kendaraan hias. Terdapat juga jasa fotografer yang siap mengambil foto terbaik Anda. Bagi Anda yang ingin merasakan keseruan mengelilingi Alun-Alun Kidul Yogyakarta dengan kendaraan hias, cukup siapkan uang antara hingga menyenangkan, pengalaman mengelilingi Alun-Alun Kidul Yogyakarta dengan kendaraan hias juga memberikan kesempatan bagi para wisatawan untuk melihat pemandangan indah sekitar alun-alun. Dengan bantuan lampu hias yang beragam, suasana malam hari di Alkid semakin terasa akrab dan hangat. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika kegiatan ini menjadi salah satu kegiatan yang paling diminati oleh para wisatawan di Alkid Kuliner Malam HariAlun-Alun Kidul Yogyakarta menjadi destinasi favorit bagi para pengunjung yang ingin mencicipi makanan khas Jogja. Setelah lelah mengitari alun-alun, pengunjung dapat beristirahat sejenak di angkringan atau warung lesehan yang tersedia di sekitar area Alkid. Di sana, pengunjung dapat menikmati beragam makanan mulai dari camilan ringan hingga hidangan Museum Benteng Vredeburg Sejarah, Tiket Masuk & LokasiWarung-warung tersebut menyajikan berbagai jenis camilan dengan rasa yang unik dan lezat, serta sajian khas Yogyakarta yang terkenal seperti Wedang Ronde dan Bajigur. Pengunjung dapat merasakan sensasi duduk bersila di atas tikar dan menikmati kuliner dengan suasana yang nyaman dan santai di angkringan atau warung lesehan sekitar KhususPada hari Sabtu di minggu kedua, pengunjung Alkid akan dimanjakan dengan pertunjukan wayang yang berlangsung sepanjang malam di Sasono Hinggil Dwi Abad. Selain itu, menjelang upacara Grebeg, pengunjung dapat menyaksikan para prajurit keraton yang sedang berlatih di Alun-Alun Kidul Yogyakarta dalam geladi bersih upacara ini tentunya akan menambah daya tarik Alkid sebagai tempat wisata yang kaya akan budaya dan Gajah Dan Cilok GajahanGajah-gajah keraton yang dahulu tinggal di kandang ini telah dipindahkan ke Kebun Binatang Gembira Loka. Dulunya, gajah-gajah ini dijadikan hiburan bagi anak-anak yang berkunjung ke Alun-alun Kidul. Gajah-gajah ini juga menjadi simbol kebijaksanaan Keraton kandang gajah ini menjadi kenangan bagi para pengunjung yang pernah bermain bersama gajah-gajah keraton. Namun, kini kandang gajah tersebut dikenal sebagai area Gajahan yang memiliki daya tarik tersendiri. Di sini, pengunjung bisa menemukan Cilok Gajahan yang terkenal dan sempat viral. Agar bisa menikmati cilok Gajahan yang murah dan enak ini, pengunjung harus bersabar untuk Pasar Beringharjo Jogja Sejarah, Jam Buka & LokasiTidak jarang, banyak pengunjung yang datang dari berbagai daerah sejak pagi untuk mendapatkan antrean cilok Gajahan. Jangan kaget jika di area Gajahan sudah ada antrean panjang sebelum penjualnya Sekitar Alkid YogyakartaAlun-alun Kidul telah dilengkapi dengan fasilitas yang lengkap, termasuk toilet umum, halte bus, area parkir, dan berbagai fasilitas umum lainnya. Di sekitar Alkid, juga tersedia berbagai pilihan penginapan mulai dari kelas ekonomi hingga bisnis, sesuai dengan kebutuhan dan anggaran wisata ini berlokasi di Jalan Alun-Alun Kidul, Patehan, Kraton, Kota Yogyakarta, DI Yogyakarta dengan kode pos 55133.
â Cerita hari pertama liburan ke Jogja bersama keluarga ala backpacker, jalan-jalan keliling ke Keraton Yogyakarta sampai Alun-alun Kidul Jogja. Tidak ada Indomaret dan Alfamart. Kami sampai di Pondok 71 Jogja pukul 3 sore kurang. Setelah itu istirahat sebentar, makan sore, lalu jalan-jalan malam harinya. Alasan kami menginap di sini tentu saja karena ingin liburan murah di Jogja ala backpacker sehingga pesan penginapan yang murah saja. Waktu itu belum kenal sama aplikasi pemesanan hotel, jadinya pesan masih manual. Kamar Pondok 71 Jogja Yang Penuh Nyamuk Sebelum jalan-jalan, mengingat kamar yang kami dapat begitu banyak nyamuknya, maka terpaksa kami sibuk membasmi nyamuk. Setelah itu, baru kami beres-beres dan mandi. Segar sekali rasanya mandi setelah perjalanan yang cukup jauh. Setidaknya mandi dapat membuat badan menjadi lebih segar. Makan Di Kaki Lima Jogja Pukul 5 sore, perut kami pun mulai keroncongan. Sambil jalan-jalan sore menikmati Kota Jogja, kami jalan kaki ke arah timur, sambil mencari warung makan yang buka. Belum jalan terlalu jauh, kami lihat ada tenda-tenda warung makan yang buka. Kami menuju tenda seafood kaki lima yang terlihat sudah mulai buka. Sebenarnya, kami datang kepagian, si penjual belum siap sepenuhnya melayani pembeli, karena masih menata dagangan dan tenda. Berhubung perut sudah benar-benar lapar, kami pun bersedia menanti. Eee, gak taunya ternyata lama juga nunggunya. Lebih dari 10 menit menunggu, dan akhirnya datanglah makanan yang kami pesan. Setelah perut kenyang, kami kembali ke penginapan. Rasa capek belum sepenuhnya hilang. Dan kami pun duduk-duduk istirahat sambil menunggu adzan Maghrib. Nikmati juga Makanan Khas Jogja. Jalan Keliling Kompleks Keraton Hingga Alun-alun Kidul Jogja Kami adalah orang asing, yang tidak tahu Jogja. Ketidaktahuan inilah yang membuat kami agak malu juga kalau mengingat ingat kenangan hari pertama di Jogja bersama Mama dan Alya. Jalan-jalan kayak orang hilang dari keraton sampai alun-alun kidul Jogja. Jalan kaki Selepas magrib, kami memutuskan untuk jalan-jalan. Kami pun keluar dari penginapan, lalu menyeberang jalan, dan selanjutnya jalan ke kiri menuju Pojok Benteng Barat. Sebelum Benteng, kami jumpai ada jalan ke kanan, yang ternyata jalan menuju komplek keraton. Kami pun jalan kaki ke sana, berharap dapat menemukan Indomaret atau minimarket lainnya. Suasana sepi Ternyata jalanan di situ sangatlah sepi, tidak ada orang yang nongkrong di depan rumah. Padahal rumah berderet-deret. Tidak ada pula orang yang jalan kaki. Jadilah kami adalah satu-satunya orang yang jalan kaki di daerah situ. Sesuatu yang sangat ganjil. Benar-benar tidak ada orang yang jalan kaki seperti kami. Kami seperti orang aneh, yang malam-malam jalan kaki di daerah situ. Namun, kami tetap jalan ke depan, melihat kanan kiri siapa tahu kami temukan minimarket. Dan hasilnya nihil. Sama sekali tidak ada. Warung pun jarang kami jumpai. Makan Di Warung Angkringan Keraton Setelah jalan lumayan jauh, kami memutuskan untuk berhenti di warung angkringan. Memesan jahe susu dan gorengan untuk menghangatkan badan. Gak ada Indomaret dan Alfamart di Kompleks Keraton Jogja Indomaret, ilustrasi Sambil medang, kami ngobrol ngobrol dengan pemilik warung. âBu, di sini kok gak ada Indomaret yaâ Tanyaku membuka pembicaraan. âOiya mas, di daerah keraton ini memang gak boleh ada minimarket. Di sini cuma boleh ada warung-warung dan juga pasar, yang letaknya tidak jauh dari siniâ. Baru ngeh saya. Mau jalan sejauh apa pun tidak akan saya jumpai Indomaret di sini. Ini adalah daerah steril dari minimarket, dengan tujuan untuk melindungi pasar tradisional. Biasanya, di tempat lain, beberapa meter saja sudah dijumpai banyak minimarket. Jalan kaki = kurang kerjaan Saya pun mengajukan pertanyaan lainnya. âKok gak ada orang jalan kaki di sini ya buâ âIya mas, gak ada. Kurang kerjaan amat kalau ada orang jalan-jalan di siniâ. Hahaha. Saya pun benar benar malu. Kami ini ternyata orang kurang kerjaan. Selepas ngangetin badan, kami pun kembali berjalan, melewati pasar tradisional yang tadi disebutkan oleh ibu penjual warung, dan jalan lagi menuju arah Alun-alun Kidul. Dan yah, memang benar-benar kurang kerjaan, jalan-jalan di daerah ini. Kami betul betul satu-satunya orang yang jalan kaki. Duh, malu bener, kayak orang hilang. Hmmm, gak lagi-lagi deh jalan kaki di daerah keraton ini. Keramaian Alun-alun Kidul Jogja Di Malam Hari, Asyik Buat Bermain Anak Sudah kepalang tanggung, dan kami sudah jalan jauh pula, kami pun terus melanjutkan perjalanan. Sambil jalan, kami lihat papan penunjuk jalan, dan kami lihat ada penunjuk jalan menuju Alun-Alun Kidul, tertulis cuma beberapa ratus meter saja. Akhirnya kami mengikuti penunjuk jalan itu, masih seperti orang aneh, berjalan sendirian, tanpa ada orang lain yang jalan kaki. Sekitar beberapa menit, kami lihat ada keramaian. Kami pun mendekat dan ternyata itu adalah Alun-alun kidul Jogja, yang sungguh ramai pengunjung. Terlihat mobil-mobilan andong dengan lampu warna-warni yang disewakan untuk pengunjung. Melihat sesuatu yang mencolok itu, Alya langsung minta naik. Kami menyewa sebuah andong, kami gowes keliling Alun-alun. Sepanjang perjalanan Alya terlihat ceria sekali sambil bernyanyi-nyanyi. Kami berjalan mengelilingi alun-alun, yang ternyata cukup macet juga, mengingat banyak mobil dan motor yang melintas. Kami kemudian jalan pelan-pelan sambil menikmati malam Kota Jogja. Keramaian tidak hanya di pinggiran, di tengah lapangan pun terlihat para penjual dan pengunjung yang memadati alun-alun. Sesuatu yang belum pernah saya jumpai di Lampung. Setelah cukup lama menikmati keramaian Alun-alun Jogja, kami memutuskan pulang. Kami menyewa becak untuk mengantarkan kami menuju Pondok 71, dengan tarif cukup 15ribu saja. Untuk jalan kaki, kami sudah tidak sanggup lagi. Abang tukang becak mengantarkan kami melalui jalan yang bukan kami lalui tadi, dan sampailah kami di penginapan. Kami pun tertidur dalam kecapekan, mengumpulkan tenaga untuk jalan-jalan di hari kedua di Jogja, Keliling Malioboro, Candi Prambanan, dan Candi Sewu.
alun alun kidul jogja malam hari